Gelita

Karya: Agtya Jacklione Sabrina

 

Malam menjadi teman, dan fragmen-fragmennya

Memerdekakan segalanya dalam diriku

 

Menjadi yang kesekian, bagi

Sosok, sang ratu rumah sembilan bulan

Amat susah,

Setelah pahamku bertandang di setiap ambang celah

 

Usai kelahiranku, diri dewasa ini menjelma menjadi waktu

Laksana smokel ke masa lalu yang sarat candu

Penyusup, profesi baruku dalam waktu luang yang sekarat

Sebab kini, hanya ada atmosfer kisi penuh darah dan peluh

Tarik dorong tak lagi seimbang seperti dulu

Sentimen, saling menguliti

Suka duka tak lagi jago bertoleransi dengan jiwa yang labil

 

Semua selain malam jelas padam

Sang surya dan dewi malam hidup dalam dispensasi insomniaku

Bak Romeo dan Juliet, sibiran tulang abadi

Kelam berkarib dengan kesempatan, segar tak berkesudahan

Megar bagi jiwa yang lunglai

 

Sosok kepala keluarga yang keren, dari beliaulah hulu petuah dan gelora hidupku berpacu

Lalu, eksistensiku

Berkolaborasi sampai mafhum daur raibnya

Menebas segala harapan hidup

Selepasnya, aku sendiri

Hanya gulita yang berkontribusi positif

Mereka tak pernah absen, kecuali

Terbit sandi asmaku dalam mortalitas, barangkali nanti

 

Berharap bayan akan hadir dengan anggunnya

Lugu, seperti tak terjadi apa-apa

Memoles dengan suka diiringi syair ulung nan jelita

Sebagai konfirmasi

bahwa inang, hadir untukku

 

Trenggalek, 2021

Komentar

Postingan Populer