Peristiwa Lain yang Terjadi pada Satu Waktu

 Karya: Agtya Jacklione Sabrina

 

Seseorang tergeletak di atas mawar yang membatu 

dan bulan menyilaukan separuhnyawanya

Tiang-tiang taman kota terkapar dan menggigil kedinginan 

padahal salju tidak asing bagi mereka

Lalu, bagaimana dengan yang lain? Pada malam yang indah mengudara

dan alkohol yang menebas tubuh-tubuh pemalas di lorong kereta bawah tanah

 

/1/

Seorang yang hilang, linglung di tepi peron sampai kereta membabat habis tubuhnya

Yang lain hanya menonton sambil minum kopi untuk memperpanjang malam-malam mereka yang menjijikkan

 

/2/

Manusia lain menjadi kepala yang belum tentu mengenal tetangganya sendiri 

meskipun keduanya berada dalam satu dimensi sandiwara

Suatu yang jauh dianggap dekat dan lumrah. 


Harga sandalnya yang mahal pecah 

dalam harapan orang lain yang tengah mengeja lowongan kerja

dan seorang pengemis yang meringkuk di trotoar jalan raya. Memastikan nyawanya sendiri

 

/3/

Seorang yang lemah bagai darah dan kotoran anjing dalam satu waktu. Dibutuhkan

namun disingkirkan

Berguna pada waktu yang membeku dalam tangan-tangan manusia bajingan

Apalagi selain uang yang diraup dari orang awam yang menanggung beban bukan miliknya

dan si empu bahkan tidak mau disebutkan namanya

 

/4/

Seorang paruh baya tengah hamil tua dan bersandar pada pinggiran kursi bus yang sempit

Seorang yang muda duduk tenang sambil makan camilan dan bergurau dengan teman

dan desahan angin malam tiba-tiba menjadi sangat nyata ketika teriakan satu penghuni bus

menjelma menjadi hujan yang buas dan mematikan semuanya 

kecuali suatu nyawa yang mengandung kehidupan baru

 

/5/

Lamunan panjang dan ciuman singkat jadi tontonan sesuatu di balik jendela kafe

sampai pada anak kecil yang berlarian kemudian disusul mobil hitam yang mengambilnya

barangkali

Penonton itu sudah lama mati, dan tentu ia duduk sendirian di sana

Pelakon yang masih bugar di sekelilingnya pada sibuk memendar-mendar dengan ponsel mereka

padahal sedang berjumpa dengan kawan lama

 

Trenggalek, 2021


 

 

 

Komentar

Postingan Populer